Laura&Marsha – Film Indonesia

Jadi gue ingin menceritakan tentang salah satu film Indonesia yang gue suka, Laura & Marsha. Pricia Nasution (Laura) dan Adinia Wirasti (Marsha) bersahabat dari SMA, tapi karakter mereka beda banget. Laura berkarakter disiplin, serius, kalem, sedangkan Marsha orangnya lebih cerewet, santai, dan berani. Sebenarnya ga bisa dibilang mereka totally beda sih..malah kata gue ‘dalem’nya sama banget, mereka tuh sayang banget sama keluarga, pekerja keras, dan punya mimpi.

Laura&Marsha. cr:google
Laura&Marsha. cr:google

Nah, mimpi itu yang sebenernya membawa mereka ke Eropa. Mereka punya satu perjalanan, tapi dengan mimpi yang berbeda. Laura, seorang wanita karir sukses yang membesarkan anak perempuannya sendiri karena suaminya sudah bertahun – tahun ga pulang dari Eropa, tapi masih selalu kasih kabar via postcard. Dia juga masih selalu kasih harapan ke anaknya kalo bapaknya pasti bakal pulang. So, dia setuju sama ajakan sahabatnya buat ke Eropa untuk alasan itu, cari suaminya. Marsha, seorang penulis buku yang sudah harus kehilangan ibunya sebelum mereka bisa pergi ke Eropa bersama. Inilah mimpi Marsha, ke Eropa untuk mengenang kepergian ibunya.

Perjalanan di Eropa diisi dengan konflik yang sederhana sampai sangat besar. Kenapa? Karena meskipun mereka bersahabat udah lama, tapi banyak hal – hal yang ternyata mereka ga saling tahu..dan saat semuanya terbuka mereka ga bisa terima gitu aja. Ada juga konflik – konflik dengan warga Eropa sendiri. Settingnya juga ngambil sudut – sudut kecil kota di Eropa ga cuma di kota gedenya..baguus. Tapi sayangnya ada skenario yang ga berkembang dan diulang – ulang terus gitu maksa.

Laura&Marsha. cr:google
Laura&Marsha. cr:google

Oke pokoknya akhirnya mereka bisa memenuhi satu satu mimpi mereka di Eropa. Laura akhirnya sampai ke alamat yang tertera di postcard yang selalu suaminya kirim. Laura akhirnya dapet jawabannya, suaminya ternyata udah meninggal beberapa tahun lalu karena sakit. Dia sengaja suruh temen seapartemennya untuk selalu kirim postcard ke rumah. Dan Marsha, dia bisa mengenang kepergian ibunya dengan bahagia.

Namanya juga dua orang yang punya otak dan hati yang beda, wajar kalo mereka punya karakter yang beda..cara yang beda buat ngejalanin hidup..ego dan mimpi yang beda juga. Tapi, ada pengikat yang menjadikan mereka seneng kalo bareng – bareng (ga harus secara fisik). Ga perlu declare, ga perlu janji manis, apa lagi pait :p hahaaha

Yaudah intinya.. YUK KE EROPA! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s