Anggota DPR Rewel karena Diabsen

Judul diatas kedengaran sangat tidak penting, begitupun saat saya membaca artikel mengenai hal tersebut di sebuah koran nasional, namun saya tergelitik dengan isi berita tersebut dan entah kenapa ingin menuliskannya kembali disini.
Jadi ceritanya gini, seorang anggota DPR dari salah satu partai besar di Indonesia marah sampai memukul sebuah ‘benda hitam’ saat kedatangannyai di pintu masuk ruang sidang paripurna. Tanya kenapa? Karena si ‘benda hitam’ itu tak kunjung mendeteksi sidik jari jempol beliau yang terhormat. Ya, benda hitam itu adalah alat pengabsen jaman modern dengan sensor sidik jari, finger print. Mungkin wajar jika beliau marah karena ketidak-sensitifan alat tersebut memperlambat kerja beliau yang seharusnya sudah bisa duduk di kursi rapat namun tertunda karena harus berulang-ulang menempelkan jempol beliau agar bisa terdeteksi kehadirannya. Namun sangat disayangkan bahwa kekesalan beliau adalah karena anggarapan sistem absen tersebut tidak layak untuk diterapkan di kalangan para anggota DPR yang terhormat, hal tersebut hanya merendahkan martabat pejabat DPR dengan seolah-olah menyamakannya seperti buruh, begitu kata beliau. Alasan tersebut terdengar konyol dan tidak layak menurut saya.

Gambar diambil dari beritasatu.com

Apa salahnya absen? Masa iya hanya untuk absen merendahkan martabat pejabat yang terhormat. Sudah jelas bahwa tujuan diadakan absen yaitu untuk kedisiplinan. Mungkin alasannya mereka tidak ingin diatur dengan tuntutan kedisiplinan tersebut, lalu kenapa? Apakah ingin seenaknya menjalankan amanah rakyat?Atau mungkin karena sibuk, mereka akan sering keluar masuk kantor dengan intensitas yang tinggi, atau bahkan tidak masuk kantor sama sekali karena ada tugas kunjungan ke desa, daerah, atau bahkan negara lain, toh jika kejadiannya seperti itu dipastikan sudah ada keterangan formal yang tidak akan mengganggu persentase kehadiran beliau sekalian. Kalau begitu mungkin benar alasannya adalah hal yang sebelumnya saya katakan.
Kalau di dunia perkuliahan persentase kehadiran tidak memenuhi standar minimal maka masalah besar datang, yaitu tidak diperkenankannya mengikuti ujian. Tapi hal tersebut tidak akan terjadi kepada bapak ibu pejabat sekalian, karena rakyat tidak akan picik menilai Anda sekalian hanya dengan pertimbangan absen, oleh karena itu tenang aja bapak ibu! Jadi jangan terlalu aneh-anehlah menanggapi sesuatu yang kecil. Kita sebagai rakyat melihat, mendengar, dan mengamatinya. Jangan karena hal itu Anda marah dan membuat statement konyol tapi masalah jalan-jalan ke luar negeri untuk tugas tapi akhirnya ‘bersenang-senang’ Anda malah selow-selow aja.
-ope-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s