Senyum SAHABAT :D

 

Keberpihakan pada satu sisi adalah suatu keniscayaan. Karena hidup adalah pilihan, dan pada akhirnya aku akan menyebutnya sebagai TAKDIR. Saat semua berjalan begitu saja dan pada akhirnya aku memilih untuk menyerah pada satu keadaan. Ya.. aku terjatuh dalam sebuah harmoni yang kau sebut dengan cinta. Andin… beberapa waktu lalu ia masih sahabatku, dan kini ia adalah kekasihku. Untuk sebuah pernyataan, persahabatan lawan jenis hanyalah bullshit!!
***

“Elang….!!”, panggilan itu sentak membuatku spontan menutup novel yang entah kenapa ada di tanganku sekarang. Itu novel Kinan yang tergelatak dalam posisi terbuka di atas kasurku. “Iya bentar..”. Akupun brjalan ke arah sumber suara. “Haha.. novel cengeng, batinku. “Elang…., makan….!!”, panggilan itu kembali terdengar, dan dengan sigap aku langsung berlari menuruni anak tangga dan melompat ke arah kursi. “Hai Kinan sayang”, sapaku pada adik yang selalu menyediakan makanan enak untukku. “Ini buat Elang ganteng..”, senyuman manis tersungging seiring datangnya sepiring spaghetti yang memaksaku harus menahan bibir agar air liur tidak menetes. Tanpa butuh waktu yang lama mulutku sudah terisi penuh oleh masakan ala Italia itu.
Saat tangan masih sibuk menarik dan menggulung makanan super enak itu tiba-tiba suara klakson sedikit membuyarkan kehidmatan makanku. “Dhani Lang, biar aku yang buka pintu.” Kinan langsung beranjak dari tempat duduknya ke arah pintu. Seperti biasa, pintu rumah ini terbuka berarti rumah ini pun menjadi milik Dhani,dan sekarang dia sudah melahap setengah dari spaghetti yang tersisa si mangkok. “Ada objek baru bro.., besok bakal ada demo gede-gedean di depan kantor Komnasham, mau take kan?”.
Aku dan Dhani hobi fotografi, menurut kita kehidupan adalah seni yang luar biasa, dan kita patut untuk selalu mengabadikannya.
“Iya.. gue udah denger beritanya semalem, kayaknya bakal seru soalnya kalo udah ngomongin soal HAM pasti bakal merembet kemana-mana. Tapi, semuanya tergantung Kinan lah, kayak biasa aja,gue ga bakal pergi kalo adek gue yang satu ini ga ngasih izin”, kataku sambil melihat ke arah Kinan. “Boleh kan Kinan..?, Dhani akhirnya turun tangan untuk minta izin pada nona cantik. “Iya… boleh pergi, asal jangan lama-lama dan bawa oleh-oleh ya kakakku sayang….”, “siii..p Kinan cantik.”
Dhani pun tersenyum, seperti yang selalu dia lakukan saat aku dan Kinan melakukan adegan tadi, yang mungkin dianggap seperti anak kecil, tapi seperti itulah kehidupanku dengan Kinan.

😀

Aku Kinan, udah jadi kenyataan kalo aku harus tinggal bareng berdua doang sama Elang, kakak cowok yang aku sayang banget.. dan aku bakal mati kalo ga ada dia. Orang tua kita sibuk, mereka sekarang maish di luar negeri buat bisnis. Kita milih buat tetap di Indonesia dengan resiko yang akhirnya kita tanggung kayak sekarang. Dibilang kesepian, yaiyalah.., tapi udah jadi makanan sehari-hari. Ga tau deh orang tua kita masih kepikiran enggak buat sekedar jenguk dan give a huge buat kita. Untungnya .. beruntung banget malah, Elang orang yang tangguh, dia ga pernah ngeluh sekalipun, dia adalah kekautan aku. Kelemahan.. aku tahu, walau Elan ga pernah nunjukkin itu semua di depan aku tapi seenggaknya aku udah bisa tenang kalaupun dia harus berlaga sok kuat di depan aku. Ada dhani, satu-satunya orang yang tahu gimana lemahnya Elang. Cuma sama Dhanilah Elang bakal jujur atas semuanya. Ya.. Dhani, sahabat yang ga butuh balasan atau bahkan sekedar ucapan terima kasih sekalipun dari kita yang selalu aja ngerasain gimana baiknya dia. Sebagai anak yang masih tinggal bareng orang tuanya, dia selalu ngasih kehangatan buat kita yang kadang terlalu jauh mengutuk kehidupan. Dia selalu buat kita bisa bersyukur dalam keadaan seperti ini.
Bahkan dia rela nungguin setiap hari waktu Elang koma gara-gara kecelakaan. Dia ngurusin semuanya, mulai dari biaya sampai ngurusin aku yang udah ga ada gairah hidup karena Elang pun dalam keadaan setengah mati waktu itu. Dia bisa buat aku punya harapan dan kekuatan lagi untu terus hidup. Satu hal, dia selal saja terlihat tegar, ga pernah di mengeluh tentang apapun. Mungkin dia adalah malaikat yagn Tuha utuskan untuk kita.

“Auw…!! pukulan kecil di kepala sentak mengagetkanku yang sedang dalam posisi di depan layar laptop, entah kenapa tanganku tergerak untuk menuliskna kisah hidupku. “Elang..!!!! kagee..t!!”, kalimat yang selalu terucap saat Elang mengagetkanku.

:O

“Aku masih meilihat mereka berjalan. Dua saudara itu terlihat indah dalam kehidupannya. Kalau aku tak sempat berpamitan, aku minta maaf.. tapi aku masih di sini melihat mereka berdua berada dalam satu garis melangkahkan kaki mereka. Jika ku harus pergi ku tahu aku adalah pengecut. Kedua orang yang aku sayangi bukanlah sandaran saat aku lemah, bukan !! Mereka adalah iblis iblis dalam neraka yang aku singgahi. Langkah kaki, tangisan, jeritan, bahkan raunganku takkan mungkin mereka dengar, bukan karena mereka tak mendengarnya.. tapi mereka tak mau dengar, untuk menyadari akan adanya akupun mereka enggan. Saat mulut mereka beradu dalam panasnya suhu neraka, dan aku menyesal harus terseret dalam keadaan ini. Pada akhirnya kedua iblis itupun pergi dan menikmati kehidupan indahnya bersama pasangan barunya masing-masing. Akupun ingin hidup, tak hanya mereka yang bisa lakukan itu. Kenikmatan saat tubuhku terasa melayang dan keindahan itu kurasakan. Tak peduli berapa sayatan lagi yang harus aku buat untuk kenikmatan ini. Untuk apa peduli, kalau mereka tak sedikitpun meihatku sebagai benda hidup di sini. Kalau aku harus menangis, akan kulangkahkan kakiku ke arah istana yang penuh kedamaian itu. Dimana dua saudara hidup dalam kesepian. Air matakupun tumpah dengan senyum yang selalu aku sunggingkan kepada mereka. Elang.. Kinan, mereka kedamaian. Kala mereka mengeluh dan akan kucurahkan air mataku dengan nasehat yang aku berikan utnuk mereka., bukan… bukan dengan tetasan air mata. Tapi inilah kebahagiaan saat aku bisa menguatkan mereka. Karena aku tahu betapa sakitnya kesepian itu. Bukankah memiliki tapi tak dianggap itu jauh lebih menyakitkan? Mereka tak perlu tahu bagaimana keadaanku sebenarnya, untuk apa? Yang aku tahu aku bahagia saat aku bisa membuat mereka tersenyum lagi. Dan aku hanya bercerita atas semua kisah hidupku ini padamu.. tolong jangan pernah ceritakan ini pada Elang ataupun Kinan, aku tak mau mereka sedih.
Jika aku masih diberikan kesempatan untuk berbicara mengungkapkan sesuatu kepada Elang dan Kinan, aku hanya ingin sampaikan ini, maaf karena tak sempat kita take foto demonstrasi itu. Maaf untuk ketidaksetiaaku pada kalian dengan keadaan seperti ini. Aku yakin kalian lebih kuat dari aku. Terima kasih untuk kedamaian yang telah kalian berikan sampai terakhir kali sebelum aku berada dalam neraka yang sesungguhnya. Bahkan kalian menangis di atas pusara kuburanku yang masih basah.
Terima kasih sobat.”
***

Aku tak tahu harus berbuat apa saat Elang menangis dan meraung di depan jasad Dhani yang sudah tak bernyawa karena OD. Yang aku tahu dia adalah sahabat terbaik kakakku, sahabat terbaikku. Dan akupun tahu persahabatan itu indah, namun aku tak tahu apa jadinya saat persahabatan itu harus berakhir. Apakah keindahan itu masih ada? Hanya satu yang ingin sekali aku ungkapkan, satu kalimat yang bahkan kau tak pernah terima saat aku melafadzkannya, tapi kini tolong terima kata-kataku ini, terima kasih Dhani…

Tanganku yang kupaskakan kuat untuk mengetikkan semua kalimat tadi tampaknya terlampau lemah kini. Elang yang berada di sampingku memelukku dengan erat. Dan dengan terbata ia ucapkan kalimat terakhir yang aku tuliskan di laptopku tadi, “terima kasih Dhani.. .”

Advertisements

4 thoughts on “Senyum SAHABAT :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s