Kisah Orang Sukses…

  1. Sehat Sutardja

“Saat itu sangat berat untuk kami. Kami rasa saat itu kami beruntung mendapatkan pelanggan, namun kami berhasil menciptakan produk yang tak dapat dilakukan oleh pesaing kami. Setelah tiga atau empat tahun berjalan, kami mendapatkan satu pelanggan. Tahun berikutnya kami mendapatkan pelanggan lainnya.”

Orang kaya. Dia bukan pengusaha..tapi ia orang pintar di bidang electro. Pada tahun 70-an, di tempatnya tinggal masih asing akan hal-hal yang berbau elektronik. Boro-boro untuk belajar tentang elektro.. alat elektronik yang tersedia saja masih jarang. Orang tuanya ingin dia jadi dokter, mereka heran ketika Sehat mengatakan ingin berkarier di bidang elektronik karena yang terfikirkan dari karier di bidang elektonik   adalah tukan reparasi radio, atau TV yang dulu masih jarang.

Marvell Technology Group, perusahaan yang terdaftar dan go public di indeks bursa Nasdaq New York Stock Exchange. Namanya tercantum dalam majalah Forbes dengan kekayaan bersih 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 10 triliun ( kurs Rp. 10 ribu per dolar AS . Ia masuk dalam kategori Exclusive Billioners Club untuk pertama kalinya di tahun 2007. And he is one of the best managed company in America dan menjadi kampium di semi-conductor company top ten list. Itulah dia sekarang… hanya dalam waktu 10 tahun ia mamu membuktikan pada dunia dari yang tadinya bukan apa-apa menjadi orang yang harus dikagumi.

He is Indonesian.. dia memutuskan kuliah di University of California,Berkeley, AS .. hijrah ke Negeri Paman Sam ia lakukan pada usia 19 tahun.

“Belajarlah sebanyak mungkin, tentang software, biologi, fisika lanjutan, semua hal. Mengetahui satu jenis pengetahuan saja tidaklah cukup. Banyak orang berhenti belajar ketika mereka ingin menjadi seorang pengusaha. Itu adalah kesalahan terbesar yang ada.”

2. Profesor Nelson Tansu , Profesor Termuda

Pria kelahiran 20 Oktober 1977.  Ia meraih gelar profesor di bidang electrical engineering sebelum usianya yang ke-30. Ia adalah lulusan terbaik SMA Sutomo 1 Medan. Mantan finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika. Meraih gelar sarjana dari Wisconsin University yang ditempuhnya dalam 2 tahun 9 bulan dan dengan predikat Summa Cum Laude. Bergelar PhD dalam usia 26 tahun di universitas yang sama. Ia menjadi bahan rebutan orang-orang  yang menghargai otaknya yang encer. Ia menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi profesor di Lehigh University, tempatnya bekerja sekarang.Tesis doktoralnya mendapat award sebagai “The 2003 Harold A. Peterson Best ECE Research Paper Award” mengalahkan 300 tesis doktoral lainnya.

3. Yow-Pin Lim(Acuan Utama)

Pendiri Chief Scientific Officer Pro Thera Biologics, perusahaan yang berdiri di Rhode Island, AS. Pro Thera merupakan tindak lanjut dari teknologi yang telah berkembang di Rhode Island Hospital, dengan misi mengembangkan dan memasarkan produk berbasiskan protein theranostic dan therapeutic.

Riset yang dihasilkan pria kelahiran Cirebon 49 tahun yang lalu ini berkontribusi pada pemahaman terhadap molekul kompleks pada fisiologi manusia dan berbagai macam penyakit, terutama sepsis, anthrax, dan kanker. Lim kini memiliki beberapa paten, antara lain Preparative Electrophoresis Device and Methods for Detecting Cancer of the Central Nervous System. Hebatnya penemuan Lim menjadi acuan utama rumah sakit-rumah sakit di AS saat ini.

4. Yanuar Nugroho, Dosen Terbaik Inggris

Yanuar Nugroho, pengajar di Institut Kajian Inovasi ata Manchester Institution of Innovation Research dan Pusat Informatika Pembangunan Universitas Manchester.Yanuar meraih penghargaan sebagai dosen terbaik 2009 .Ia terlibat pada lebih dari 15 penelitian yang didanai oleh Uni Eropa, Dewan Riset Inggris, Dewan Riset Eropa, serta Departemen Industri dan Perdagangan Inggris. Nugroho adalah alumnus Teknik Industri ITB tahun 1994.

5.Ken Soetanto

Ia sudah mematenkan 31 penemuannya, 29 di Jepang, dua di AS, untuk bidang interdisipliner ilmu elektronika, kedokteran, dan farmasi. Soetanto juga adalah peraih gelar profesor dan empat doktor sekaligus dari empat universitas berbeda di Jepang. Sebegitu terkenalnya Soetanto di Jepang sampai-sampai oleh mahasiswanya ia memiliki metode khusus mengajar yang diberi nama “Metode Soetanto” atau “Efek Soetanto”. Mengapa ia hijrah ke Jepang? Soetanto mengatakan, “Negara tanpa riset akan lemah. Riset harus dikembangkan melalui pendidikan yang baik. Di Indonesia, Soetanto pernah merasa terbuang. Tahun 1965, ketika terjadi pergolakan politik menentang komunisme, hak mendapat pendidikan Soetanto terampas. Sekolahnya, Chung-Chung High School di Surabaya ditutup untuk selamanya. Soetanto hanya menyelesaikan pendidikannya sampai kelas I SMA. Selama tak lagi bersekolah, dia bekerja mereparasi elektronik di toko abangnya di Surabaya. Setelah uang terkumpul, berangkatlah dia ke Jepang tahun 1974.

6. Andreas Raharso (CEO Pertama)

Pria berusia 44 tahun itu saat ini menduduki pimpinan atau CEO pada sebuah lembaga riset global Hay Group.Klien dari Hay Group ini kebanyakan adalah para pemimpin dunia seperti AS, Perancis, dan Inggris

Sebenarnya masih banyak lagi orag-orang Indonesia yagn sukses di luar negeri di bidang-bidang yang lain. Anak-anak Indonseia yang berprestasi di kancah Internasional dan sekarang masih melanjutkan pendidikan di Indonesia juga banyak kok,,

Apa pendapat Anda? Mereka sukses di bidang researh.. tapi bukan itu masalahnya. Mereka adalah orang-orang cerdas..sangat! Dan mereka orang-orang Indonesia.. bukankah berarti bangsa kita begitu memiliki potensi-potensi yang sangat baik, maksudnya..anak-anakk Indonesia mampu bersaing di dunia Internasional..Mereka cerdas-cerdas kok.. tapi kenapa pergi dari Indonesia? Semuanya realistis…

Bukankah ada sistem yang salah? Atau salah orang Indonesia sendiri??

Masih ada yang salah dengan sistem pendidikan Indonesia. Penerapan kurikulum Internasional oleh sekolah-sekolah Bertaraf Internasional yang kini semakin menjamur juga bukan berarti kondisi pendidikan telah berubah menjadi lebih baik..

Kenapa orang-oran pintar merasa kurang dihargai di negeri Indonesaia ini ya? Mereka mempunyai ilmu yang mumpuni tentang suatu hal, namun tidak bisa dikembangkan di negeri ini. Kenapa tidak bisa dikembangkan? Tidak ada fasilitas, kurang dukungan dari pihak-pihak yang memegang peran vital dalam proses tersebut misalmya pemerintah. Indonesia terkesan masih belum bisa menerima aplikasi dari ilmu yang tinggi yang mereka miliki. Jika ada yang bilang,” Indonesia masih sibuk menyelesaikan masalah kemiskinan, jadi pendidikan masih dinomorduakan”, tidak ada yang menyalahkan hal tersebut. Memang benar kan? Ditambah dengan konsep yang dipegang oleh seorang petinggi yang mengatakan bahwa “kalau masih kelaparan gimana mau belajar?”.

Entah semuanya salah karena Indonesia terlalu fokus untuk menyelesaikan satu masalah atau salah karena mengabaikan satu masalah lain yang penting???

Fakta mengatakan bahwa Indonesia sangat pendai dalam MANAJEMEN KONFLIK!! Maksudnya Indonesia begitu mudah mengalihkan masalah yang dianggap penting dan heboh di kalangan masyarakat. Kasus korupsi yang digantikan kasus menyebarnya adegan hot sepasang artis, atau ditemukannya sawah bekas tempat UFO mendarat , dan apalagi…

Angka yang ada di dalam APBN untuk pendidikan adalah kurang dari angka standar yaitu 20%, dan akhir-akhir ini rasanya pendidikan telah membaik, ada dana BOS, sekolah2 beasiswa, dll. Bagaimana jika dana 20% tersebut benar-benar direalisasikan? Yakinlah pendidikan Indonesia menjadi BAGUS!!

Cobalah orang-orang pintar yang ada di Indonesia didengarkan..jangan dianggap remeh, wong mereka orang pinter yang ngomong pake ilmu kok malah ga dipercaya.. lalu yang mau dipercaya siapa? orang yang banyak duit??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s