“Media Kriminal”

Apakah peran media?? Bagi masyarakat umum media, yang terdiri dari media cetak, media elektronik, madia internet tentu sangat membantu untuk sekedar mengikuti beita yang sedang hangat dibicarakan di negeri ini. Selama ini media memegang peranan yang sangat besar terhadap persepsi dan perilaku masyarakat selanjutnya. Media elektronik khususnya, media ini selalu up to date dalam menyiarkan berita apapun, dengan kuantitas penyiaran yang sangat tinggi, ditambah dengan pengemasan berita yang dibuat menarik dan hiperbola. Sebagai warga Negara yang baik, tentunya kita harus mengikuti perkembangan bangsa ini, setidaknya kita bisa tahu bagaimana sebenarnya kondisinya.

Namun, bagaimana dengan berita – berita kriminal yang disiarkan dengan gamblang oleh sang media? Dalam artian melalui media tersebut seluruh lapisan masyarakat bisa menyaksikannya dengan jelas??

Saya akan mencoba memberikan analisis mengenai hal tersebut:

Ketika sebuah media elektronik dengan kapasitas audio visual menyiarkan sebuah berita kriminal yang terjadi ,tanpa melakukan sensor terhadap bagian – bagian tertentu dan seluruh masyarakat tanpa memandang lapisan menyaksikan dengan gambling bagaimana hal itu dilakukan, apa yang akan terjadi?

Sebagai contoh, ketika sebuah siaran berita memberikan ulasan mengenai kasus  seseorang yang melakukan pemalsuan bahan bakar dengan menggunakan bahan – bahan tertentu sehingga menghasilkan bentuk produk yang sama dengan produk asli sehingga tidak menimbulkan kecurigaan bagi para konsumen. Disana dijelaskan mengenai bahan – bahan tambahan yang digunakan, proses pengoplasan, hingga pengaturan tampilan produk sebelum sampai ke tangan konsumen.

Pertama, kondisi ekonomi dalam hal ini uang sudah terbukti menjadi “dewa” bagi kebanyakan orang, dapat disebabkan karena ia memang “pecinta harta” atau karena ia memang sangat membutuhkan uang untuk sekedar menyambung hidupnya.

Kedua, di zaman globalisasi ini sudah terbukti terjadi persaingan yang sangat ketat dalam kancah perekonomian, Anda harus pandai – pandai mencari peluang usaha dan mengembangkannya agar tidak tenggelam diantara para pengusaha besar yang menguasai sebagian besar perekonomian.

Ketiga, adanya peluang tidak seluruhnya ditangkap atau direspon dengan baik oleh berbagai pihak, karena tergantung dengan pribadi masing – masing individu, dan tidak semua individu yang bisa mengambil peluang tersebut peduli apakah peluang tersebut baik atau tidak.

Kemudian…

Seseorang dengan keadaan ekonomi yang “masih dalam tahap  terus mencari” mendapatkan sebuah ide dari apa yang dia lihat di media, didukung dengan peluang usaha karena keadaan ekonomi bangsa yang sedang dalam keadaan yang “kurang baik”, dia adalah orang yang cekatan dalam melihat peluang yang ada…. higga akhirnya dia menjadi seorang pengusaha sukses di jalan itu.

Menurut saya, berita itu penting, namun penyaringan mengenai berita yang layak dikonsumsi oleh masyarakt luas juga penting. Berita tersebut dikonsumsi secara bebas oleh seluruh lapisan masyarakat yang memiliki karekter yang berbeda – beda. Dan saya yakin setiap orang memiliki potensi untuk melakukan tindakan yang menyalahi aturan, atau mengambil keuntungan dengan merugikan banyak pihak. Ketika potensi tersebut tidak mendapatkan asupan ide tentang apa yang bisa dia lakukan, potensi tersebut akan tetap berada di tempatnya, namun jika telah datang “pencerahan” yang sesuai dengan potensinya maka ia akan mengikutinya.. ditambah lagi dengan berbagai faktor pendukung baik internal maupun eksternal.

Berita – berita dengan kapasitas penyampaian detail harusnya disampaikan kepada pihak – pihak yang tepat, misalnya pelajar. Memang mereka tak ada bedanya dengan orang – orang lain yang memiliki potensi berbuat tidak baik, namun mereka masih dalam masa pembelajaran, jadi itulah bahan mereka untuk belajar. Masyarakt luas saya yakin tidak perlu  untuk mengetahui sebuah berita sampai dengan mendetail. Dalam kasus di atas, yang masyarakat butuhkan adalah informasi mengenai bagaimana mereka bisa mengetahui ciri – ciri yang membedakan minyak asli dengan minyak hasil oplasan, sehingga mereka bisa berhati – hati dan terhindar dari penipuan, bukan mengetahui proses pembuatannya.

Jika ditambah dengan kasus yang lain, misalnya mulitasi.. dan menyajikan berita lengkap dengan paparan prosesi tersebut berlangsung dari awal hingga akhir, maka apa yang terjadi? Bukankah akhirnya orang – orang pun tahu bagaiman cara melakukan hal tersebut dan jika ada kesempatan, maka itulah bekal mereka untuk melakukan hal tersebut.. ??

Jadi, saya hanya ingin mengkritisi mengenai peran media sebagai alat penyampai informasi kepada masyakat.. ada baiknya jika pihak tersebut bisa menjadi bagian dari pihak pendukung keamanan bangsa ini. Mungkin bisa dilakukan kerjasama yang baik antara pihak berwenang RI  dengan media untuk bisa mengurangi keadaan yang menyatakan tidak aman di Indonesia ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s